Interaktif

SD Alam Muhammadiyah Martapura Imbau Warga Sekolah Waspada Kabut Asap, Gunakan Masker dan Jaga Kesehatan

21 August 2026
14:17 WIB
SD Alam Muhammadiyah Martapura Imbau Warga Sekolah Waspada Kabut Asap, Gunakan Masker dan Jaga Kesehatan

 Martapura -  SD Alam Muhammadiyah Martapura mengimbau seluruh siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.(21/08/26)

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian sekolah terhadap kesehatan dan keselamatan warga sekolah. Melalui kampanye bertajuk “Waspada Kabut Asap, Gunakan Masker, Jaga Kesehatan”, SD Alam Muhammadiyah Martapura mengajak masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah sederhana, seperti menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak minum air putih, memperbanyak membaca doa, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Kondisi kabut asap di Kalimantan Selatan saat ini berkaitan dengan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebelumnya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi karhutla. BPBD Kalsel juga memperkuat posko lapangan di sejumlah wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi. Hingga awal Agustus, BPBD Kalsel mencatat sekitar 500 kejadian karhutla yang telah ditangani.

BMKG juga telah mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan memasuki periode musim kemarau dengan curah hujan yang menurun. Puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi yang lebih kering tersebut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta dapat berdampak terhadap kualitas udara.

Situasi tersebut semakin terlihat dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah pusat pada 20 Agustus 2026 menyatakan operasi terpadu pengendalian karhutla di Kalimantan diperkuat, termasuk di Kalimantan Selatan. Penguatan dilakukan setelah terpantau peningkatan hotspot dan adanya laporan masyarakat mengenai kabut asap serta keterbatasan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Pada 21 Agustus 2026, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Kalimantan Selatan juga membagikan masker kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya melindungi warga dari dampak kabut asap karhutla. Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara turut membagikan ribuan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kabut asap di tengah kondisi musim kemarau.

Kondisi kabut asap juga mulai memengaruhi aktivitas masyarakat di sejumlah daerah. Laporan terbaru menyebutkan adanya gangguan jarak pandang di beberapa wilayah Kalimantan Selatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena asap dapat mengganggu kenyamanan bernapas dan aktivitas masyarakat, terutama ketika konsentrasi asap meningkat.

Bagi lingkungan sekolah, kondisi seperti ini membutuhkan perhatian bersama. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perlindungan lebih baik ketika kualitas udara menurun. Karena itu, SD Alam Muhammadiyah Martapura mengajak orang tua untuk ikut memantau kondisi anak sebelum berangkat ke sekolah dan memberikan perhatian terhadap keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, mata perih, atau kesulitan bernapas.

Sekolah juga mengingatkan siswa agar tidak melakukan aktivitas di luar ruangan secara berlebihan ketika kondisi udara sedang tidak baik. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika berada di luar ruangan atau di lingkungan yang terpapar asap.

Selain menjaga kesehatan diri, SD Alam Muhammadiyah Martapura mengajak seluruh warga sekolah untuk ikut menjaga lingkungan. Pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas di lapangan, tetapi membutuhkan kepedulian masyarakat. Tidak membakar sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api merupakan langkah penting untuk mencegah kebakaran meluas.

Sebagai sekolah yang mengembangkan pendidikan berbasis alam dan kepedulian lingkungan, SD Alam Muhammadiyah Martapura memandang momentum ini sebagai bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik. Kesadaran menjaga lingkungan perlu berjalan bersama dengan kesadaran menjaga kesehatan.

Melalui imbauan ini, SD Alam Muhammadiyah Martapura berharap seluruh warga sekolah tetap tenang, waspada, dan saling mengingatkan. Sekolah juga akan terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan dari pemerintah serta instansi terkait apabila terdapat perubahan kondisi yang dapat memengaruhi kegiatan belajar mengajar.

Mari bersama-sama menjaga kesehatan, melindungi anak-anak, menjaga kebersihan lingkungan, dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Gunakan masker. Perbanyak minum air putih. Jaga kebersihan diri dan lingkungan. Tetap waspada terhadap kabut asap. 


Berita Terkait

Artikel lainnya di kategori Interaktif