Martapura - SD Alam Muhammadiyah Martapura atau SD Almira menggelar rangkaian Pekan Merah Putih melalui agenda 02S SAM, Olimpiade Olahraga Siswa Sekolah Alam Muhammadiyah Martapura. Kegiatan berlangsung selama empat hari, 10 sampai 13 Agustus 2026, bertempat di Sekumpul Minisoccer, Martapura.
Sebagai sekolah alam pertama di Martapura, SD Almira menjadikan aktivitas luar ruang atau outdoor sebagai salah satu bagian penting dalam pengalaman belajar siswa. Karena itu, kegiatan olahraga dalam rangkaian Pekan Merah Putih tidak hanya menjadi agenda perlombaan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar yang lebih banyak melibatkan aktivitas fisik, interaksi sosial dan lingkungan terbuka.
Kegiatan 02S SAM menghadirkan sejumlah perlombaan olahraga yang disesuaikan dengan jenjang usia siswa. Cabang yang dipertandingkan meliputi tarik tambang, lari sprint 40 meter untuk siswa kelas 1 sampai 3, lari sprint 60 meter untuk siswa kelas 4 sampai 6, serta lari gawang.
Selama empat hari, siswa mendapatkan kesempatan untuk bergerak aktif, berkompetisi dan berinteraksi bersama teman-temannya di ruang terbuka. Suasana kompetisi juga membuat rangkaian Pekan Merah Putih semakin meriah dalam menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala SD Alam Muhammadiyah Martapura, Firman Hadi, mengatakan kegiatan outdoor memiliki posisi penting dalam pendidikan anak, terutama di tengah perubahan kebiasaan anak yang semakin dekat dengan perangkat digital.
“Sebagai sekolah alam pertama di Martapura, kami ingin anak-anak tidak hanya belajar di dalam ruangan. Kegiatan outdoor seperti ini menjadi bagian penting karena anak-anak sekarang lebih banyak berada di dalam ruangan dan bermain handphone. Mereka perlu mendapatkan ruang untuk bergerak, bermain, berinteraksi dan mengembangkan kemampuan fisiknya secara langsung,” ujar Firman Hadi.
Menurut Firman, kegiatan olahraga juga memiliki nilai pendidikan yang lebih luas. Kompetisi tidak semata-mata diarahkan untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi menjadi sarana bagi anak untuk belajar tentang disiplin, keberanian, kerja sama, sportivitas dan kemampuan menerima hasil.
“Kompetisi juga mengajarkan anak untuk berusaha, mengikuti aturan, menghargai teman dan lawan, serta belajar menerima kemenangan maupun kekalahan. Jadi yang kami bangun bukan hanya kemampuan fisiknya, tetapi juga karakter anak,” lanjutnya.
Sebagai sekolah alam, SD Almira berupaya menghadirkan pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Aktivitas di luar ruangan menjadi salah satu cara untuk memberikan ruang kepada anak agar dapat menggunakan tubuhnya secara aktif, berinteraksi dengan lingkungan dan membangun pengalaman sosial bersama teman sebaya.
Hal tersebut menjadi semakin relevan dengan kondisi anak-anak saat ini yang menghadapi semakin banyak pilihan aktivitas berbasis layar. Penggunaan telepon pintar, permainan digital dan aktivitas di dalam ruangan membuat kesempatan anak untuk melakukan permainan fisik di luar ruangan menjadi semakin terbatas.
Melalui kegiatan seperti 02S SAM, SD Almira memberikan alternatif aktivitas yang melibatkan gerak tubuh secara langsung. Anak-anak berlari, melompat, menarik, menjaga keseimbangan dan melakukan koordinasi gerakan dalam suasana permainan dan kompetisi.
Lomba sprint 40 meter untuk kelas 1 sampai 3 menjadi sarana bagi siswa usia awal untuk melatih kecepatan dan koordinasi gerak. Sementara sprint 60 meter untuk kelas 4 sampai 6 memberikan tantangan yang lebih besar dalam hal kecepatan, daya tahan dan pengaturan tenaga.
Lari gawang memberikan pengalaman berbeda karena siswa harus menggabungkan kemampuan berlari dengan koordinasi tubuh ketika melewati rintangan. Sedangkan tarik tambang mengembangkan kekuatan fisik sekaligus mengajarkan kerja sama dalam sebuah tim.
Dari kegiatan tersebut, sekolah juga dapat melihat potensi siswa dalam bidang olahraga. Setiap anak memiliki kemampuan dan ketertarikan yang berbeda. Ada siswa yang menonjol dalam kecepatan, kekuatan, koordinasi maupun kemampuan bekerja sama.
Karena itu, kompetisi olahraga dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali bakat siswa sejak dini. Potensi yang terlihat melalui kegiatan sekolah dapat menjadi dasar bagi guru dan orang tua untuk memberikan dukungan dan pembinaan sesuai minat anak.
Kegiatan di Sekumpul Minisoccer juga memberikan pengalaman sosial yang tidak selalu diperoleh ketika anak hanya belajar di dalam kelas. Siswa bertemu, bermain, memberikan dukungan kepada teman dan menghadapi tantangan bersama. Situasi tersebut membantu membangun rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi.
Semangat kompetisi juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Anak belajar bahwa menjadi pemenang bukan satu-satunya tujuan. Proses mengikuti pertandingan, berusaha memberikan kemampuan terbaik, menghormati aturan dan tetap menghargai teman menjadi bagian dari pembelajaran yang tidak kalah penting.
Pekan Merah Putih SD Almira kemudian menjadi momentum yang menggabungkan olahraga, pendidikan karakter dan semangat kemerdekaan. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui aktivitas yang melibatkan siswa secara langsung.
Bagi SD Almira sebagai sekolah alam pertama di Martapura, kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertahankan ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung. Lingkungan terbuka menjadi ruang belajar yang memungkinkan anak bergerak lebih bebas, berinteraksi dan mengembangkan berbagai kemampuan secara bersamaan.
Firman Hadi menegaskan bahwa aktivitas outdoor perlu terus diberikan kepada anak secara seimbang dengan pembelajaran akademik.
“Kami ingin anak-anak tetap memiliki pengalaman bermain dan belajar di luar ruangan. Mereka perlu bergerak, berinteraksi dan mendapatkan pengalaman langsung. Ini penting untuk tumbuh kembang mereka dan menjadi bagian dari karakter pendidikan di SD Almira sebagai sekolah alam,” jelasnya.
Rangkaian 02S SAM yang berlangsung selama empat hari akhirnya tidak hanya menjadi kompetisi olahraga antarsiswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman pendidikan yang menempatkan aktivitas fisik, kebersamaan, sportivitas dan keberanian sebagai bagian dari proses tumbuh kembang anak.
Melalui Pekan Merah Putih, SD Alam Muhammadiyah Martapura ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan bagi siswa untuk bergerak, berprestasi dan belajar bersama. Semangat kemerdekaan diwujudkan melalui keberanian mencoba, semangat berkompetisi secara sehat, menghargai orang lain dan terus mengembangkan potensi diri.
Artikel lainnya di kategori Aktivitas